Tampilkan postingan dengan label Info Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Sehat. Tampilkan semua postingan

Ciri-ciri Awal Sakit Jantung

|



TANYA:
Dok, saya mau tanya, apa saja ciri-ciri awal orang yang mengidap penyakit jantung? Apakah nyeri di dada, seperti tertusuk, merupakan tanda-tanda kalau kita punya penyakit jantung? Belakangan saya sering merasakan sakit di dada, terlebih kalau saya keletihan bekerja, istirahat kurang, juga pada saat cuaca dingin. Saya mohon bantuan penjelasannya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Hendra Susanto, 27, Jakarta


JAWAB:
Untuk Bapak Hendra yang peduli kesehatan, ciri-ciri awal orang yang mengidap penyakit jantung sangatlah bervariasi, tergantung dari penyakit jantung apa yang dialami. Memang benar, nyeri dada, seperti tertusuk, bisa saja merupakan ciri penyakit jantung jika yang Anda maksudkan adalah serangan jantung koroner akut.
Namun, tidak di semua tempat di area dada dapat dianggap sebagai serangan jantung akut. Tentunya ada tempat tertentu dan sering kali tidak hanya rasa seperti tertusuk. Bisa juga gejalanya disertai dengan rasa yang menjalar ke lengan, punggung, disertai keringat dingin, rasa berdebar-debar seperti tertekan benda berat, dan beberapa gejala lainnya.
Pada penyakit jantung yang disebabkan gagal jantung tentu cirinya berbeda, bahkan bisa jadi tidak ada nyeri dada sama sekali dan dapat didominasi oleh rasa sesak napas, tidur tidak bisa telentang, kaki bengkak, tidak kuat berjalan jauh, dan masih banyak lagi.
Selain itu, juga masih banyak penyakit lain yang bisa saja bukan disebabkan gangguan jantung, melainkan memberikan gejala menyerupai penyakit jantung. Oleh sebab itu, apa yang Anda rasakan belum tentu disebabkan oleh gangguan jantung. Kemungkinan organ lainnya juga tak boleh dilupakan. Nyeri otot dada pun dapat menyebabkan gejala seperti itu.
Untuk mengetahui penyebab pasti, tentu harus ada evaluasi terlebih dahulu sebelum bisa mengatakan Anda memiliki kelainan jantung. Saran saya, temui dokter yang Anda percaya karena sebaiknya pemeriksaan kondisi Anda dilakukan menyeluruh.
Melihat usia Anda yang masih muda, sangat jarang terjadi insiden serangan jantung atau gagal jantung. Namun, bukan tidak mungkin apabila mempertimbangkan faktor gaya hidup dan perilaku yang tidak sehat. Saya tidak tahu bagaimana hidup Anda selama ini, aktivitas sehari-hari yang bisa saja berpengaruh terhadap apa yang Anda alami saat ini. Semoga saran saya dapat membantu.
sumber : http://health.kompas.com/

Napas Bau Bawang? Atasi dengan Susu

Shutter Stock
Bawang putih.
 
Makanan berbau tajam, seperti bawang putih bisa menyebabkan bau mulut yang menyengat akibat kandungan sulfur pada bawang cukup tinggi. Namun, ada cara mudah untuk menghilangkan bau mulut akibat konsumsi bawang.
Segera setelah Anda mengonsumsi makanan berbumbu bawang putih, minumlah segelas susu karena kandungan air dan lemak dalam susu efektif untuk mengurangi kadar sulfur sehingga bau mulut pun akan hilang. Penelitian mengenai hal tersebut dipublikasikan dalam Journal of Food Science.
Allyl methyl sulphide (AMS) adalah komponen dalam bawang putih yang tidak bisa dipecah di usus selama proses pencernaan sehingga akan dikeluarkan oleh tubuh lewat keringat atau napas. Air putih dan beberapa jenis makanan, seperti kemangi sebenarnya cukup lumayan untuk mengurangi aroma bawang. Namun segelas susu ternyata jauh lebih efektif.
Dalam percobaan yang dilakukan para ahli juga terlihat bahwa kombinasi antara susu dengan bawang putih sebelum ditelan lebih cepat menetralisir bau mulut ketimbang jika kita minum susu setelah mengasup makanan mengandung bawang putih.
Selain itu, susu yang mengandung lemak (full-fat milk) juga memberi hasil yang lebih efektif mengusir bau dibanding susu rendah lemak, atau hanya meminum air putih. "Secara ilmiah terbukti minum atau makan makanan yang mengandung lemak, seperti susu bisa mengurangi aroma napas tidak sedap," kata Sheryl Barringer, peneliti. 
sumber : http://health.kompas.com/

Habis Makan, Jangan Langsung Sikat Gigi

SHUTTERSTOCK
Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung sodium fluoride dan zinc citrate bisa membantu kurangi 8 masalah gigi dan mulut.
Semua orang tentu ingin memiliki napas yang berbau segar. Begitu pentingnya bau mulut yang segar itu sehingga tak sedikit orang yang tak tahan untuk segera menyikat gigi segera setelah makan. Padahal, idealnya menyikat gigi sehabis makan dilakukan 20 menit kemudian.
Menurut penjelasan Prof drg Melanie Djamil, pakar kesehatan gigi dan mulut dari Universitas Trisakti Jakarta, tingkat keasaman saliva (ludah) akan menurun saat kita makan. "Ketika makan, pH akan turun dari yang normalnya 6,8 menjadi 4. Namun, secara perlahan-lahan, pH-nya akan naik kembali dalam waktu sekitar 20 menit," paparnya.
Itu sebabnya, jika kita terburu-buru menyikat gigi setelah makan, maka struktur saliva akan rusak. Padahal, saliva ini memiliki fungsi sebagai penyeimbang dan membantu proses pencernaan. Untuk menetralkan kadar keasaman mulut, drg Melanie menyarankan agar kita berkumur dengan air putih setelah makan. Berkumur dengan air putih setelah makan, khususnya makanan manis dan asam, juga disarankan untuk mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut.
Sebenarnya penyebab napas berbau pada makanan adalah makanan yang menghasilkan uap minyak dengan bau khas yang kuat, misalnya bawang merah dan bawang putih. Ada juga sayuran dan rempah yang bisa menyebabkan napas berbau busuk. Setelah makanan tersebut dicerna, uap makanan itu diserap dan ikut dengan peredaran darah dan dibawa ke paru-paru. Di sini gas itu ikut diembuskan bersama napas.
sumber : http://health.kompas.com/

Kebiasaan Kecil yang Merusak Gigi

 
shutterstock
Seringkali masalah pada gigi disebabkan bukan karena Anda kurang menjaga kebersihan gigi, melainkan karena kebiasaan buruk yang tanpa disadari telah membuat gigi Anda rusak. Berikut adalah sejumlah kebiasaan buruk yang harus Anda  hindari, agar gigi tetap sehat dan kuat:
 
 
1. Gigi sebagai alat
Banyak orang menggunakan gigi mereka sebagai alat untuk membuka botol, kantong keripik, label harga pakaian, bahkan untuk memotong kabel. Hal ini dapat memiliki efek traumatis pada gigi yang menyebabkan tepi gigi melemah dan menyebabkan maloklusi.

2. Mengunyah es
Banyak orang terbiasa mengunyah batu es, terutama es sisa setelah selesai minuman es dingin. Suhu yang keras dan dingin dari es batu benar-benar dapat menyebabkan gigi menjadi patah. Bahkan bisa membuat bagian dari enamel gigi rusak. Dokter gigi merekomendasikan untuk membiarkan es meleleh di mulut seperti halnya memakan permen, bukannya malahan menghancurkannya dengan gigi.    

3. Mengunyah benda keras
Tak sedikit orang yang punya kebiasaan mengunyah benda-benda keras seperti pensil, kuku dan benda keras lainnya. Sebaiknya kembalikan fungsi utama gigi untuk mengunyah makanan.

4. Mengisap lemon
Jika dilakukan secara terus menerus, asam sitrat dalam lemon bisa meluluhkan mineral penting pada gigi dan mengikis permukaan luar gigi, sehingga membuat gigi menjadi sensitif terhadap makanan atau minuman dingin. Namun, situasi ini tidak berarti bahwa Anda harus menyerah pada semua buah-buahan jeruk. Anda hanya perlu memastikan bahwa Anda tidak terus menghisapnya di mulut untuk jangka waktu lama.

5. Menyikat terlalu keras
Banyak yang berpikir bahwa dengan menerapkan tekanan yang lebih saat menyikat atau menggunakan sikat gigi berbulu keras membuat gigi lebih mengkilap. Ini adalah mitos palsu yang harus dihindari. Bila Anda menyikat terlalu keras atau menggunakan sikat gigi berbulu keras, dapat merusak enamel protektif pada gigi Anda. Hal ini juga bisa menyebabkan gusi surut dan sensitivitas gigi meningkat.

6. Menggigit kuku
Kebiasaan mengigit kuku bisa berakibat buruk bagi gigi Anda. Hal ini dapat menyebabkan gigi depan Anda rusak atau retak. Bukan hanya itu saja, kebiasaan menggigit kuku akan memberikan kesempatan untuk kuman dan bakteri di kuku untuk masuk ke rongga mulut dan menyebabkan infeksi gusi.

7. Menggertakkan gigi saat tidur
Brukisme kronis alias menggerinda gigi  dapat menyebabkan berbagai masalah seperti gigi patah dan longgar. Hal ini juga dapat menyebabkan nyeri pada sendi rahang, sakit kepala dan sakit gigi. Untuk membatasi kerusakan tersebut, dokter gigi umumnya akan menyarankan Anda untuk memakai alat penjaga mulut.   
 
8. Minum anggur putih
Banyak orang memilih anggur putih dibandingkan anggur merah sebagai pilihan untuk menghindarkan noda pada gigi. Tapi sebenarnya, anggur putih dapat menyebabkan masalah yang lebih permanen karena keasaman yang tinggi. Untuk perlindungan, kumur mulut Anda dengan air setelah minum dan makan keju untuk mengimbangi keasaman anggur.    

9. Konsumsi soft drink berlebihan
Minuman manis berkarbonasi adalah salah satu sumber makanan yang paling berpotensi merusakan gigi. Ini bukan hanya masalah kandungan gula pada soft drink yang buruk bagi gigi Anda tetapi asam yang dimasukkan ke dalam minuman juga berkontribusi untuk pembentukan gigi berlubang.

10. Mengisap Jempol
Mengisap Jempol adalah salah satu kebiasaan yang paling umum di antara anak-anak. Tetapi hal ini dapat mengganggu posisi gigi depan atas dan bawah, sehingga menyebabkan gigi atas melebarkan keluar atau tonggos. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan perawatan ortodontik.

Hati-hati Beli Obat Kuat Pinggir Jalan



Berhati-hatilah jika Anda ingin membeli obat antiimpoten seperti Viagra. Obat yang laris manis ini merupakan jenis obat yang paling banyak dipalsukan, termasuk di Indonesia.
"Hampir 100 persen obat Viagra yang dijual di pinggir-pinggir jalan itu palsu. Isinya tidak jelas, bahkan bisa jadi menimbulkan efek racun pada tubuh," kata dr.Heru H.Oentoeng M.Repro, Sp.And, seksolog dari Asosiasi Seksologi Indonesia di sela acara pengumuman hasil Ideal Sex Survei 2011 yang diadakan oleh Pfizer di Jakarta (23/6).
Ia menjelaskan, mungkin ada beberapa obat yang berisi sildenafil, bahan aktif dalam Viagra, tetapi memiliki proses pembuatan yang berbeda dengan obat asli. "Pembuatannya jelas berbeda karena yang dipatenkan oleh Pfizer adalah proses untuk mendapatkan sildenafil itu. Obat yang palsu itu belum tentu efektif," paparnya.
Selain belum diketahui isinya, obat-obat kuat yang di jual di pinggir jalan tersebut juga tidak didukung oleh penelitian ilmiah dan tidak memiliki izin resmi dari BPOM. Dengan demikian jika terjadi efek samping masyarakat tidak bisa menuntut.
Dr.Heru menambahkan, tidak setiap disfungsi ereksi bisa diatasi dengan obat kuat. "Harus dicari dulu penyebab gangguan ereksinya. Bisa saja tidak memerlukan obat jika sudah diatasi akar masalahnya," ungkapnya.
Obat antiimpotensi, menurut dia, hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. "Sebelum meresepkan obat, dokter harus melakukan pemeriksaan. Pemberian obat tentu tergantung pada kondisi pasien. Intinya jangan sekedar minum obat karena hal itu bisa memperlambat pertolongan medis," tegasnya.
sumber :http://nasional.kompas.com/read/2008/06/08/16593389/obat.tradisional.untuk.hipertensi.amankah



Kerja 11 Jam Buruk Buat Jantung

 
ORANG yang bekerja 10 atau 11 jam per hari menghadapi kemungkinan lebih besar untuk menderita gangguan jantung serius, termasuk serangan jantung, dibandingkan dengan mereka yang berhenti kerja setelah tujuh jam.
Temuan itu, hasil studi selama 11 tahun atas 6.000 pegawai pemerintah Inggris, tak menyebutkan bukti pasti bahwa jam kerja yang lama mengakibatkan sakit jantung koroner tapi memang memperlihatkan kaitan nyata, yang dikatakan para ahli mungkin berpangkal dari stres.
Secara keseluruhan, terdapat 369 kasus kematian akibat sakit jantung, serangan jantung tak mematikan dan kejang jantung di kalangan kelompok studi yang berpusat di London tersebut. Sementara itu, resiko terjadinya peristiwa yang tak menguntungkan ialah 60 persen lebih tinggi bagi orang yang bekerja lembur selama tiga atau empat jam.
Bekerja lembur satu atau dua jam di luar tujuh jam kerja normal per hari tak berkaitan dengan peningkatan resiko sakit jantung.
"Kelihatannya mungkin ada permulaan, jadi tak terlalu buruk jika anda bekerja satu jam atau lebih daripada biasanya," kata Dr. Marianna Virtanen, ahli epidemiologi di Finnish Institute of Occupational Health dan University College London.
Peristiwa gangguan jantung yang lebih tinggi di kalangan orang yang bekerja lembur tergantung atas sejumlah faktor resiko lain termasuk merokok, kelebihan berat tubuh atau memiliki kolesterol tinggi.
Namun Virtanen mengatakan pada Selasa (11/5) bahwa mungkin saja gaya hidup orang yang bekerja lebih lama dari biasa bertambah buruk dari waktu ke waktu, misalnya akibat makanan yang buruk atau peningkatan konsumsi alkohol.
Yang lebih mendasar lagi ialah jam kerja yang lama mungkin berkaitan dengan stres yang berkaitan dengan pekerjaan, yang mencampuri proses metabolis, serta "sickness presenteeism", yaitu orang tetap masuk kerja sekalipun ia sedang sakit.
Virtanen dan rekannya menerbitkan temuan mereka di European Heart Journal, terbitan paling akhir.
Ketika mengomentari studi tersebut, Gordon McInnes, profesor di farmakologi klinis di University of Glasgow’s Western Infirmary, mengatakan temuan itu mestinya dapat menyebarkan dampak bagi dokter yang sedang memeriksa resiko sakit jantung pasien mereka.
"Jika dampak itu benar-benar memiliki hubungan sebab-akibat, kepentingannya jauh lebih besar daripada yang diakui secara umum. Stres akibat kerja lembur mungkin memberi sumbangan pada proporsi penting sakit jantung dan pembuluh darah," kata McInnes, sebagaimana dilaporkan kantor berita Inggris, Reuters.
sumber : http://wartakota.co.id/detil/berita/24913/Kerja-11-Jam-Buruk-Buat-Jantung

Apakah Anda Berisiko Terjangkit Kanker Kulit?


    • Setiap tahun, di Amerika ada lebih dari satu juta orang terkena kanker kulit akibat paparan sinar UV. Penyakit ini memang lebih sering menyerang ras kulit putih, tapi bukan berarti kita aman. Ayo kenali ciri-ciri dan penyebabnya.


      Di Amerika, sebagian besar kasus kanker kulit disebabkan oleh sinar UV, baik langsung dari matahari, maupun dari tanning bed yang sering digunakan orang-orang kulit putih untuk membuat kulit jadi berwarna kecoklatan. Namun sinar UV bukan satu-satunya penyebab kanker kulit, dan kita yang berkulit gelap pun tetap harus waspada bahaya ini.

      Ada tiga jenis kanker kulit yang paling umum:
      1. Basal Cell Carcinoma (BCC)
      BCC adalah jenis kanker kulit yang paling sering terjadi, sel basal di bawah lapisan kulit terluar.

      2. Squamous Cell Carcinoma (SCC)

      Kanker kulit yang juga paling umum terjadi adalah SCC, yang biasa ditemukan di sel squamus. SCC mirip dengan BCC karena seringkali muncul di area yang terpapar langsung pada sinar UV seperti kulit wajah, kulit kepala, leher, tangan, lengan, dan kaki.

      3. Melanoma
      Melanoma termasuk jenis kanker kulit yang agak jarang, namun ini adalah yang paling berbahaya. Melanoma muncul di bagian bawah epidermis.


      SIAPA SAJA YANG BERISIKO?
      Semua orang tanpa terkecuali harus waspada terhadap bahaya kanker kulit. Tiga tipe kanker kulit di atas memang biasanya menjangkiti ras Kaukasia alias kulit putih, namun penyakit ini juga bisa menghampiri kita yang memiliki kulit lebih gelap. Kanker kulit umumnya disebabkan mutasi akibat paparan sinar UV, namun bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetis maupun faktor lingkungan.

      Beberapa faktor lain yang berisiko tinggi terkena kanker kulit adalah penyakit kulit seperti lupus dan lepra, luka bakar, bisul yang tak kunjung sembuh, terapi radiasi, trauma panas, ekspos terhadap arsenik, transplantasi organ, dan kondisi kulit genetis seperti albino.


      APA CIRI-CIRINYA?
      Selalu perhatikan kulit dan jalankan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi melanoma. Jika Anda menemukan tompel pada permukaan kulit, waspadai 5 hal berikut ini:

      A: Asimetris -> bentuk tompel tak simetris, bagian kiri dan kanan berbeda.
      B: Border -> batas pinggiran tompel tak rata dan bertekstur kasar
      C: Color -> tompel memiliki warna yang bergradasi dan tak rata
      D: Diameter -> besar tompel lebih besar dari diameter sebuah pensil
      E: Evolusi -> tompel berubah-ubah dari segi ukuran, bentuk, atau warna

      Jika Anda menemukan tanda-tanda di atas, segeralah hubungi dokter kulit. Yang juga harus diwaspadai adalah tompel yang terasa gatal, luka kecil yang terus menerus mengeluarkan darah dan tak kunjung sembuh, atau titik kecoklatan di tangan, kaki, atau di bawah kuku.
    sumber : http://id.promotion.yahoo.com/

    Pengalaman Mengobati Penyakit Typhus dengan Obat Herbal

    Di bawah adalah pengalaman pak Agung Yulianto ketika kenapa penyakit Typhus dan mengobatinya dengan obat Herbal. Alhamdulillah sembuh dalam waktu1 minggu.


    Yang lain menambahkan agar bisa makan tanpa rasa mual, makanlah bubur Talbina atau bubur gandum. Sehingga badan tetap kuat.

    From: Agung Yulianto

    Subject: [hpa_sejahtera] Pengalaman Kena Typhus

    Pengalaman Kena Typhus

    Mulai Jumat, 6 Juli bangun pagi aku merasakan agak demam dan tubuh merasa agak lemah. Namun jam 10 pagi sudah ada janji bisnis di CITOS (Cilandak Town Square), dan siangnya harus khutbah Jumat di Telkom Tanjung Priok. Awalnya saya kira akibat tindak balas, sebab aku sedang minum ulang set detox, mencari-cari sisa herba terakhir, maklum produk sedang kosong. Oleh karena itu rasa demam ini tidak terlalu kupedulikan.

    Akan tetapi malamnya menjadi lebih demam, dan sangat sulit tidur. Perut berbunyi bunyi kruuk… kruukk, BAB agak cirit birit walaupun tidak terus-terusan. Siang agak mendingan tinggal sisa lemes dan malam demam lagi. Berulang terus tiap hari… Sebagai tambahan permukaan lidah berwarna putih

    Akhirnya senin pagi aku ke RS Duren Sawit untuk periksa lab. Singkat cerita diperoleh hasil lab. lekosit sebesar 3.700 dari normal sedikitnya 5.000. Serta salah satu hasil widal untuk melihat kandungan salmonella +1/160. Dokter RS segera menyarankan untuk rawat inap, namun dengan halus aku tolak. Dan akhirnya ia memberikan resep diantaranya: 2 jenis antibiotik (amoksilin dan thiampenicol, obat dewa penghilang sakit dexametason, penurun panas sanmol (paracetamol) , obat anti mual dan muntah dan beberapa obat lainnya). Dokter mengatakan, jika tidak dibantu antibiotik masa kesembuhan bisa 1 bulan, dengan antibiotik bisa dipersingkat 1-2 minggu.

    Mohon maaf tidak satupun obat aku minum, yang aku minum adalahspirulina dosis tinggi, malac (penurun demam), herba tuju angin, teh herba secara terus menerus. Aku melengkapinya dengan Vermin (cacing tanah dalam bentuk kapsul) yang bisa dibeli di apotik.

    Makan normal saja, sementara hindari yang pedas dan asam serta makanan berserat panjang seperti kacang panjang, buncis. Aku banyak makan pepaya dan melon, kalo bosen, nggak ada salahnya makan diluar, yang penting bersih. Kesalahan utama yang sering dilakukan, penderita dikasih bubur terus sehingga nafsu makannya semakin hilang. Jangan lupa banyak minum.

    Alhamdulillah, Subhanallah, dalam waktu kurang dari seminggu kondisi tubuh sudah pulih seperti sedia kala tanpa harus mengkonsumsi antibiotik dan teman-temannya. Boleh dikatakan panas badan hanya 4 hari dan 3 hari berikutnya recovery dari rasa lemas. Ternyata banyak member HPA mengalami hal sama, berhasil mengobati typhus, biidzniLlah, tanpa harus minum antibiotik.

    Di tempat lain ada akhwat, teman isteri yang sudah duluan kena typhus dan dirawat di rumah sakit, sekarang sudah 3 minggu masih belum pulih sepenuhnya. Semoga pengalamanku ini bermanfaat.
    sumber : http://clip-cliping.blogspot.com/

     
    Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes