Tampilkan postingan dengan label Info Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Warta. Tampilkan semua postingan

Zainuddin MZ Dikebumikan

 
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Jenazah KH Zainuddin MZ bersiap untuk dimakamkan di Masjid depan rumahnya di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011). Dai kondang bernama lengkap Zainuddin Muhammad Zein meninggal hari ini saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina karena sakit jantung.

JAKARTA, Jenazah (alm) KH Zainuddin MZ akhirnya dikebumikan di halaman belakang Masjid Fajrul Islam, Jalan H. Aom, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011).
Usai adzan shalat ashar berkumandang, keranda jenazah "Dai Sejuta Umat" itu pun dipanggul menuruni anak tangga Masjid Fajrul Islam menuju ke halaman belakang. Takbir, tahmid, dan taslim para pelayat ikut mengiringi Zainuddin menuju ke tempat peristirahatan terakhir yang terletak tak begitu jauh dari kediamannya.
Zainuddin MZ, yang wafat di usia 59 tahun sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan akibat serangan jantung. Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit nyawa Zainuddin tak sempat terselamatkan.
(http://megapolitan.kompas.com/)

"Dai Sejuta Umat" Zainuddin MZ Berpulang

TRIBUNNEWS.COM/ISWANTO
JAKARTA,  KH Zainuddin MZ yang selama ini dikenal dengan sebutan "Dai Sejuta Umat" meninggal dunia di Jakarta, Selasa (5/7/2011). Demikian informasi yang diterima Kompas.com. Kabar yang diterima dari Sys NS menyatakan, Zainuddin MZ meninggal dunia di RS Pertamina. Belum ada informasi lebih lanjut kapan dan di mana jenazah akan dimakamkan. Jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Gandaria I Gg H Aom No101, Jakarta Selatan.
Sesuai data Litbang Kompas, Zainuddin MZ memiliki nama lengkap Zainuddin Hamidy Turmudzy, lahir di Jakarta, 2 Maret 1952. Ia memiliki latar belakang pendidikan di Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah.
Zainuddin mulai dikenal sejak banyak mengisi pengajian di radio serta di berbagai masjid dan mushala sejak tahun 1975 di berbagai daerah di Tanah Air. Selain itu, ia juga pernah menjadi aktor di sejumlah film seperti "Nada dan Dakwah" (1992).
Ia juga memiliki karier politik sejak duduk menjadi anggota MPR dari Utusan Daerah (1997-1998). Pada era reformasi, Zainuddin sempat menjabat Pejabat Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1999-2002), kemudian menjadi Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) hasil Muktamar I (2005-2010).
sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2011/07/05/11004957/Dai.Sejuta.Umat.Zainuddin.MZ.Berpulang

Tarif KRL Commuter Line Jakarta-Bogor Turun, Rute Lainnya Belum

Dialog antara PT KAI, KRL Mania, dan Komisi V DPR menghasilkan keputusan tarif KRL Commuter Line Bogor-Jakarta turun dari Rp 9.000 menjadi Rp 7.000. Bagaimana dengan rute lainnya seperti Bekasi-Jakarta dan Serpong-Jakarta? Jawabannya belum diputuskan.

"Jakarta Bogor tarifnya menjadi 7.000 untuk KRL AC Ekonomi (Commuter line), yang lainnya mereka (PT KAI) masih merapatkan," kata Humas KRL Mania Agam Faturrachman saat dihubungi detikcom, Sabtu (26/6/2011).

Berdasarkan bocoran yang dia terima, Agam mengatakan, tarif perubahan untuk KRL Commuter Line non Jakarta-Bogor berkisar antara Rp 5.500 hingga Rp 6.000. Sebelumnya, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mematok tarif Rp 8.000 untuk sekali naik.

Agam menjelaskan, sebelum akan diberlakukannya KRL Commuter Line atau dihapuskannya KRL Ekspres, tarif KRL Ekonomi AC non Jakarta-Bogor Rp 4.500. Dengan tarif baru Rp 8.000 itu, berarti ada kenaikan sebesar 70 persen lebih. Sementara tarif KRL Ekonomi AC Bogor Jakarta sebelumnya bertarif Rp 5.500 menjadi Rp 9.000 (naik 64 persen).

Menurutnya PT KCJ dikabarkan juga sedang mempertimbangkan untuk memasang tarif berdasarkan sistem zonasi atau menyesuaikan jarak. Semakin jauh tujuan penumpang, maka akan semakin mahal ongkos yang dibayarkan.

"Konsern kami masih sama, yaitu meminta tarif yang lebih adil dan jadwal yang sesuai dengan kebutuha penumpang," katanya.

Selain tarif turun, Agam mengatakan, pihaknya mengharapkan adanya pelayanan yang lebih baik lagi pada KRL Commuter Line. Pelayanan tersebut antara lain adalah pemberitahuan nama-nama stasiun di mana KRL Commuter Line berhenti, pembuatan tempat duduk prioritas, dan jaminann keamanan bagi penumpang,

"Kalau ada ibu-ibu hamil mohon ada kursinya. Kalau yang sekarang itu ibu hamil dibiarkan berjuang sendiri. Kadang-kadang ada penumpang yang egois. kita sudah tegur tapi bersikeras. Jadi masih banyak yang perlu diperbaiki. Kita berharap KRL menjadi tulang punggung transportasi Jakarta," katanya.
sumber : http://bandungnews.com/


 

Ditanya Masalah Cerai Aa Gym Senyum

Aa Gym|Foto: dok. C&R
 
 
KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym yang telah resmi bercerai dengan istri pertamanya Teh Ninih, hari ini sudah nampak mengisi acara di Jakarta. Padahal Aa Gym tak pernah hadir selama proses pengadilan. Aa Gym mengisi acara "Meretas Bisnis Langit" di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (22/06/2011).
Pada saat sesi tanya jawab kebanyakan pewarta menanyakan tentang bisnis dalam Islam. Ayah 8 orang anak itu menjawab panjang lebar dan secara leluasa. Tapi ketika salah seorang pewarta menanyakan tentang perceraian seketika Da'i kondang itu langsung terdiam. Suasana pun hening cukup lama. Aa Gym yang mengenakan baju koko warna putih saat itu sempat tersenyum simpul. Entah apa maksud dari senyum itu, ia tak menjawab pertanyaan tersebut dan seolah terganggu oleh pertanyaan itu.
Suasana hening itu pecah ketika ada pewarta yang kembali menanyakan mengenai ekonomi Islam. Kemudian pendiri pondok pesantren Daarut Tauhid itu kemudian kembali menjawab. Tak lama kemudian ia bergegas pergi.
sumber : http://id.omg.yahoo.com/news

FPI: 4 Upaya Ruyati Seharusnya Bebas Hukum Pancung

Headline
Ketua FPI, Habib Rizieq - inilah.com

Jakarta- Front Pembela Islam (FPI) menyebut, hukuman pancung yang dilakukan terhadap tenaga kerja Indonesia, Ruyati binti Satubi oleh pemerintah Arab Saudi merupakan tragedi kemanusian.
FPI menyesalkan, pemerintah yang seperti tidak perduli terhadap nasib para pahlawan devisa itu. "Soal hukum mati Ruyati merupakan tragedi kemanusiaan. Tapi sampaikan protes keras kepada pemerintah RI yang tidak peduli kepada nasib pahlawan devisa negeri," ujar Ketua FPI, Habib Rizieq dalam siaran persnya yang diterima INILAH.COM, Rabu (22/6/2011).
Protes keras itu, sambung Rizieq, karena seharusnya hukuman mati itu bisa dibatalkan asalkan pemerintah mengupayakan dengan empat langkah.
Pertama, katanya, secara kekeluargaan mestinya ada pendekatan intensif oleh KBRI di Saudi kepada keluarga korban agar mendapat maaf. "Sehingga hukum mati digugurkan dengan maaf," ujar dia.
Langkah kedua, pemerintah seharusnya menyediakan pengacara handal untuk membela Ruyati selama dipersidangan. Karena jika, pembunuhan yang dilakukan terhadap majikannya itu untuk membela diri, maka tidak ada qishosh.
Ketiga, lanjut Rizieq, secara politik harus dilakukan lobby tingkat tinggi antara Presiden RI dengan Raja Saudi.
"Langkah terakhir, keempat, pemerintah mestinya mampu menyiapkan pembayaran diyatnya sebagai ganti Qishosh. Nah, ke-empat hal tersebut tidak dilakukan pemerintah, karena pemerintah mengaku baru tahu setelah dieksekusi," sesal Rizieq.
Dengan masih adanya peristiwa itu, Rizieq menyayangkan masih sangat lemahnya perlindungan hukum terhadap tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Sehingga dalam kasus ini, menurut dia, pihak yang paling bertanggungjawab adalah pemerintah RI.
sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail

TKW Asal Bangkalan Juga Akan Dieksekusi Pancung

Headline
beritajatim.com
Bangkalan - Satu orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Madura kini menunggu pelaksanaan hukuman pancung seperti Ruyati dari Bekasi. Zaenab (40), warga Desa Mertajasah, Kecamatan Bangkalan, hanya menunggu waktu eksekusi bila tidak ada pembelaan dari pemerintah Indonesia.

"Kami datang ke kantor disnakertrans, untuk mempertanyakan nasib saudara kia, Zaenab yang juga mendapat hukuman pancung di Saudi Arabia. Lalu perhatian pemkab dengan nasib dua anaknya yang sedang sekolah," kata Nanang, koordinator LSM Forum Pemuda Bangkalan (Formula), di kantor disnakertans Bangkalan, Selasa (21/6/2011).

Zaenab dijatuhi hukuman qisas di Saudi Arabia, tiga tahun lalu. Karena dituduh membunuh majikannya. Dia bisa lolos dari hukum pancung bila anak korban sudah besar nanti memaafkan perbuatan Zaenab.

Kepala Disnakertrans Bangkalan, Sabar Santoso mengatakan nasibTKW Zaenab sampai sekarang memang menunggu hukuman pancung di Saudi Arabia. "Keberadaan Zaenab yang terakhir belum tahu persis. Kami menunggu dari pemerintah pusat," ujarnya.

Usai Telan Korban Jiwa, Water Park Tingkatkan SOP

INILAH.COM, Lumajang - Obyek Wisata pemandian Water Park miliki Pemkab Lumajang di Kawasan Wonorejo Terpadu Desa Wonorejo Kecamatan Kedung Jajang yang menelan korban jiwa, Endang Ayu Asih (6), siswa TK Bustanul. Meningkatkan SOP.

Peristiwa naas itu akibat keteledoran guru dan orang tuanya, kemarin. Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya Lumajang akan lebih meningkatkan Standard Operating Procedure (SOP) keselamatan pengunjung di Pemadian Buatan tersebut.

"Kami akan tingkatkan SOP di Water Park," kata Kepala Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya, Hendro Iswahyudi, Sabtu (18/06/2011).

Dia menambahkan, kejadian siswa tenggelam yang sekian kalinya di Waterpark, akan dijadikan pelajaran bagi petugas pengelola. Sehingga selain orang tua melakukan pengawasan dan guru pada anak yang berenang, ada petugas yang ikut memantau di setiap kolamnya.

"Kemarin itu, kelalaian dari orang tua dan guru, ini sebuah musibah yang harus dijadikan pelajaran," ungkapnya.

Pemandian Water Park yang dikelola Pemkab Lumajang mulai tahun 2009, baru sekali terjadi anak tewas tenggelam. "Kuncinya pengawasan, agar tidak terjadi musibah serupa," ungkapnya.

Untuk menekan angka kecelakaan pengunjung yang berenang di Water Park dan Selokambang yang dikelola pemerintah, menurut Hendro, pihaknya akan mengumpulkan semua karyawannya agar menerapkan SOP.

"Ini jelang liburan, jadi SOP diobyek wisata harus diterapkan, jadi bukan hanya slogan saja," pungkasnya. [beritajatim.com / http://nasional.inilah.com/]

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes